Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

RUNTUH

Racun, kenanganmu Racun, senyumanmu Racun, aroma tubuhmu Raut sayuku muncul kala kuhirup racun itu Niagara kecil terlukis diwajahku kala memori mengupas pedihnya luka lama Ruang tamu, dan sudut rumah, mereka lah saksi bisu Peluk, kecup, tawa, bahkan tangis Sia kan, ku tegar Sia kan, ku tahan Sia kan, dan terus kucoba satukan puing-puing Dan akhirnya ku sadar, semua runtuh Runtuh bukan retak Runtuh bukan berlubang Rata tanah dan tancapkan saja nisan Yang tertulis R.I.P. our love DT